Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Beberapa penderita mengalami jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, hingga penurunan kemampuan beraktivitas fisik.
Penanganan jantung berdebar dan sesak napas bergantung pada penyebabnya.
Jika dipicu stres atau emosi, cobalah mengelola stres dengan teknik relaksasi, istirahat cukup, dan menghindari pemicu emosi berlebihan.
Bila keluhan muncul setelah olahraga atau aktivitas berat, biasanya kondisi akan membaik setelah tubuh beristirahat.
Namun jika jantung berdebar dan sesak napas terjadi berulang, disertai nyeri dada, pusing berat, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Pada kasus tertentu seperti gangguan kecemasan, dokter dapat memberikan terapi psikologis maupun obat-obatan. Sementara untuk penyakit jantung, penanganannya dapat berupa pemberian obat, tindakan medis, hingga operasi sesuai kondisi pasien.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)