JAKARTA – Penggunaan headset dan earbud kini sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari mendengarkan musik, menonton film, hingga bekerja. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah headset kabel lebih aman dibandingkan TWS (True Wireless Stereo) atau earbud nirkabel.
Faktanya, baik headset kabel maupun TWS sama-sama aman digunakan selama dipakai dengan cara yang benar. Risiko terbesar justru bukan berasal dari jenis perangkatnya, melainkan dari kebiasaan mendengarkan suara terlalu keras dalam waktu lama.
Menurut dr. Hendro, dokter spesialis THT di RSU Wajak Husada, gangguan pendengaran kini mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat penggunaan earbud dan headset dengan volume tinggi.
“Paparan suara keras yang melebihi 85 desibel dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga dalam. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki,” jelasnya.
Belakangan muncul klaim di media sosial yang menyebut TWS atau earbud wireless memancarkan radiasi elektromagnetik hingga 150 kali lebih tinggi dibanding headset kabel dan dapat memicu kanker otak.
Namun, klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah. Sejumlah penelitian, termasuk kajian dari World Health Organization (WHO), tidak menemukan bukti kuat bahwa radiasi rendah dari perangkat seperti earbud dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius.
WHO bahkan telah meninjau ribuan studi terkait radiasi elektromagnetik dan menyatakan belum ada bukti yang menunjukkan dampak buruk dari paparan rendah tersebut.
Sebaliknya, ancaman yang paling nyata tetap berasal dari volume suara yang terlalu tinggi dan penggunaan berkepanjangan, baik pada headset kabel maupun TWS.
Penggunaan headset secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada telinga, di antaranya:
1. Tinnitus
Tinnitus adalah kondisi ketika telinga mendengar suara berdenging atau berdengung tanpa adanya sumber suara dari luar. Risiko tinnitus meningkat jika seseorang sering mendengarkan musik dengan volume tinggi selama berjam-jam.
2. Gangguan Pendengaran
Paparan suara keras dapat merusak kemampuan telinga dalam menangkap suara. Gangguan ini bisa bersifat sementara maupun permanen tergantung tingkat kerusakan pada saraf pendengaran.
3. Kehilangan Pendengaran
Jika kebiasaan mendengarkan suara keras terus dilakukan, kemampuan mendengar dapat menurun secara perlahan. Dalam kasus tertentu, penderita bahkan membutuhkan alat bantu dengar untuk berkomunikasi.
Agar kesehatan telinga tetap terjaga, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat menggunakan headset atau earbud:
Jika mulai mengalami gejala seperti telinga berdenging, sulit mendengar percakapan, atau sering menaikkan volume suara saat menonton televisi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter THT.
Dengan penggunaan yang bijak, baik headset kabel maupun TWS tetap aman digunakan tanpa membahayakan kesehatan pendengaran.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)