“Contohnya virus flu, RSV, bahkan herpes simpleks. Pada orang dewasa mungkin hanya menyebabkan pilek ringan atau batuk biasa, dan bisa sembuh dalam hitungan hari,” ujarnya.
Namun, kondisi tersebut berbeda pada bayi, terutama bayi yang baru lahir. Sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
“Pada bayi, terutama yang baru lahir, virus yang sama bisa menyebabkan infeksi yang jauh lebih serius,” tambahnya.
Risiko penularan ini menjadi alasan mengapa banyak orang tua bersikap protektif terhadap bayinya. Karena itu, dr. Lucky mengimbau agar tamu atau penjenguk tidak tersinggung jika orang tua melarang untuk mencium atau menggendong bayi.
“Jadi, untuk para penjenguk, jika orang tua melarang bayi dicium atau digendong, jangan dianggap berlebihan. Mereka hanya berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi bayinya,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)