JAKARTA - Sejumlah maskapai dunia mulai menaikkan harga tiket dan mengurangi jumlah penerbangan di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat konflik global. Diketahui karena adanya konflik Iran-AS, membuat biaya operasional maskapai meningkat tajam sehingga berdampak langsung pada harga tiket dan ketersediaan kursi penerbangan.
Thai Airways menaikkan harga tiket sekitar 10% hingga 15% untuk menutupi biaya bahan bakar yang meningkat.
Maskapai ini juga menaikkan tarif penerbangan sebesar NZ$10 untuk rute domestik, NZ$20 untuk penerbangan jarak pendek, dan NZ$90 untuk penerbangan jarak jauh.
Air France-KLM memberlakukan biaya tambahan sekitar 50 euro untuk penerbangan jarak jauh pulang-pergi.
Maskapai asal Australia ini mengonfirmasi kenaikan harga tiket, terutama untuk rute internasional.
AirAsia mengakui kenaikan harga tiket tidak bisa dihindari. Namun, maskapai ini menyebut akan berusaha menekan kenaikan agar tidak terlalu besar dibanding maskapai lain.
Tak hanya menaikkan harga, beberapa maskapai juga mulai mengurangi jadwal penerbangan, di antaranya:
United Airlines berencana memangkas sekitar 5% dari total penerbangan dalam jangka pendek untuk menekan biaya operasional. Langkah ini diambil karena kenaikan harga bahan bakar diperkirakan bisa menambah biaya hingga miliaran dolar per tahun.
Adapun kenaikan harga tiket hingga berkurangnya jumlah penerbangan membuat perjalanan semakin terbatas. Hal ini memicu harga tiket semakin mahal, terutama jika harga bahan bakar masih tinggi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)