Studi: Rutin Ejakulasi Turunkan Risiko Kanker Prostat

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 09 April 2026 09:08 WIB
Studi: Rutin Ejakulasi Turunkan Risiko Kanker Prostat (Foto: Boldsky)
Share :

JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menarik perhatian publik setelah mengungkap temuan yang cukup mengejutkan. Studi tersebut menyebutkan bahwa ejakulasi yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kesegaran dan kualitas sperma, sekaligus meningkatkan peluang kesuburan.

Temuan ini bertolak belakang dengan anggapan umum yang menyebutkan bahwa ejakulasi terlalu sering dalam waktu berdekatan justru berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi pria.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Translational Andrology and Urology Volume 15 Nomor 2 pada 28 Februari 2026. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa pria yang tidak melakukan ejakulasi selama lebih dari empat hingga tujuh hari cenderung memiliki volume semen yang lebih besar karena adanya penumpukan.

Namun, kondisi tersebut justru berdampak pada penurunan kualitas sperma. Motilitas atau kemampuan gerak sperma menurun, serta risiko kerusakan DNA meningkat. Artinya, meskipun jumlah sperma lebih banyak, kualitasnya tidak optimal.

Dalam kutipan penelitian tersebut disebutkan bahwa masa pantang ejakulasi yang terlalu lama memang meningkatkan jumlah sperma, tetapi berkaitan dengan kualitas yang menurun, termasuk meningkatnya fragmentasi DNA.

Sebaliknya, pria yang melakukan ejakulasi dengan jeda lebih singkat, kurang dari dua hari, justru memiliki kualitas sperma yang lebih baik. Kondisi ini dinilai dapat membantu menjaga kesegaran sperma dan menekan risiko kerusakan genetik.

Frekuensi ejakulasi yang lebih rutin, seperti satu hingga dua hari sekali, juga dianjurkan bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Baik melalui cara alami maupun dengan bantuan teknologi reproduksi seperti IUI atau IVF, pola ini dinilai dapat meningkatkan peluang keberhasilan.

Selain berdampak pada kesuburan, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Mengacu pada data dari National Library of Medicine, pria yang lebih sering ejakulasi memiliki kemungkinan lebih kecil terkena penyakit tersebut dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.

Penelitian tersebut melibatkan pria dalam dua kelompok usia, yakni 20–29 tahun dan 40–49 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan berkaitan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Sebaliknya, frekuensi empat hingga tujuh kali per bulan justru dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.

Meski demikian, penurunan risiko ini bervariasi, yakni sekitar 19 persen pada kelompok usia 20–29 tahun dan 22 persen pada kelompok usia 40–49 tahun.

Temuan ini menegaskan bahwa frekuensi ejakulasi tidak hanya berpengaruh pada kesuburan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan prostat secara keseluruhan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya