JAKARTA - Konten kreator Iben MA saat ini tengah menjadi sorotan setelah mengunggah lowongan kerja untuk posisi Senior Content Specialist di akun Threads miliknya. Lowongan kerja yang dibagikan Iben justru menuai hujatan dari warganet.
Pasalnya, Iben dinilai membuka proses rekrutmen yang tidak etis. Dalam unggahannya, Iben menuliskan konsep wawancara yang tidak biasa.
Ia meminta kandidat untuk langsung menjawab pertanyaan terkait ide konten sebagai bagian dari “interview online” di cuitan tersebut.
“Dicari: Senior Content Specialist
Interview: di Threads
Pertanyaan: Kalau lu jadi lead content specialist di EatSambel, apa konten TikTok 75 detik yang akan lu bikin? Dengan catatan, unlimited budget,” tulisnya.
Banyak warganet menilai cara yang dilakukan Iben justru hanyalah kedok agar bisa mendapatkan "ide gratis" dari warganet yang mengomentari lowongan kerja tersebut. Sejumlah komentar bahkan secara terang-terangan mengingatkan agar pelamar tidak membagikan ide mereka secara gratis.
“Jangan pada spill idenya di mari kali, enak Iben dapat ide mahal gratisan,” tulis akun firman***.
“Wadu waduuu… kok pebisnis begini ya?
Notes untuk adek-adek yang melamar kerja, jangan pernah memberikan ide 100% ke interviewer ya,” tulis akun wonderful***.
Ada juga yang blak-blakan mengkritik Iben dengan menyebutnya tidak modal.
"Dasar CC gembel, kismin, gak punya duit sok-sokan mau keren. Kayak gini aja lu gak modal, Ben. Gua sumpahin sambal lo beneran kebakaran semua outlet-nya!," tulis akun fitrii***.
Iben pun tampak telah memberikan klarifikasi dengan kembali mengunggah Threads. Ia membantah mencari ide gratisan melalui lowongan kerja yang dibagikan.
Ia mengatakan, hanya betul-betul ingin mengetahui strategi konten yang akan dilakukan calon karyawannya. Ia pun menegaskan bahwa tidak mencari ide gratis dan menyebut bahwa content specialist yang bekerja dengannya akan resign dalam waktu dekat.
"Ya intinya, GUA GA NYARI IDE MAHAL GRATIS WOI!! Ini BENERAN, karena content specialist di Eat Sambel mau resign," tulis iben_ma.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)