Semangka bisa menjadi pilihan alternatif saat berbuka puasa agar kadar gula darah tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Kandungan air yang tinggi dalam semangka menandakan jumlah karbohidratnya tidak terlalu banyak. Selain itu, indeks glikemik semangka juga cenderung rendah.
Semangka yang dikonsumsi akan masuk ke aliran darah dan menghasilkan glukosa dalam jumlah yang relatif kecil. Tidak hanya itu, semangka juga mengandung vitamin C yang melimpah. Asam askorbat dalam vitamin C dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan berbagai kuman serta infeksi, sehingga tubuh tetap sehat dan bugar meski sedang berpuasa.
3. Menghindari Peradangan dan Baik bagi Pencernaan Berkat Berbagai Kandungan Zat dan Vitamin
Mengutip dari Healthline.com, semangka tidak hanya mengandung banyak air, tetapi juga berbagai vitamin, nutrisi, serta zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam 152 gram semangka terdapat 0,6 gram serat, 0,9 gram protein, 0,2 gram lemak, vitamin A sekitar 5 persen dari nilai harian, vitamin C sekitar 14 persen, serta kalium dan magnesium sekitar 4 persen dari angka kecukupan gizi. Selain itu, semangka juga mengandung 46 kalori, 11,5 gram karbohidrat, dan 9,4 gram gula.
Dengan berbagai kandungan tersebut, semangka dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Kombinasi antioksidan, likopen, dan vitamin C di dalamnya dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif. Kandungan air yang tinggi serta sedikit serat juga membuat semangka baik untuk pencernaan dan membantu melancarkan buang air besar.
(Rani Hardjanti)