JAKARTA - Maskapai penerbangan Saudia Airlines resmi membatalkan sejumlah penerbangan ke Kawasan Timur Tengah akibat perang yang berkecamuk usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Hal tersebut diumumkan langsung oleh akun media sosial resmi X milik Saudi Airlines dikutip Minggu (1/2/2026). Dalam pengumumannya mereka menyebut bahwa penutupan sejumlah penerbangan tersebut juga menyusul penutupan wilayah udara di Timur Tengah yang berdampak langsung kepada operasional penerbangan.
“Saudi Airlines menjelaskan bahwa, karena situasi yang terus berkembang di kawasan tersebut dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami telah dibatalkan sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan, dan Pusat Koordinasi Darurat sedang memantau perkembangan situasi dengan pihak berwenang terkait,” demikian keterangan Saudia Airlines.
Sejumlah penerbangan yang dibatalkan di antaranya penerbangan dari Amman, Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, Doha, Bahrain, Moskow dan Peshawar begitupun sebaliknya. Pembatalan tersebut bakal berlaku hingga Senin, 2 Maret 2026.
Meski demikian, maskapai terbesar di Timur Tengah itu tetap berkomitmen untuk memberikan kabar terbaru perihal status penerbangan para penumpang sebelum penumpang menuju bandara. Pembatalan dan pemberian kabar terbaru itu dilakukan sebagai langkah maskapai dalam memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
(Rani Hardjanti)