Kisah Anak Papua Menikmati Minum Susu Kemasan untuk Pertama Kalinya, Tersemat Pentingnya Aseptik  

Rani Hardjanti, Jurnalis
Jum'at 27 Februari 2026 16:42 WIB
Kisah Anak Papua Menikmati Minum Susu Kemasan untuk Pertama Kalinya, Tersemat Pentingnya Aseptik. (Foto: Layar Tangkap Akun TikTok d_blank.galipat)
Share :

Sebagai instrumen strategis, peran aseptik bisa memutus rantai stunting. Tidak hanya itu, aseptik kemasan susu juga memberikan kontribusi untuk meningkatkan skor IQ generasi muda. Sebab susu adalah sumber protein hewani yang mudah diserap tubuh anak-anak dan berperan penting dalam perkembangan kognitif.

Namun, tantangan mendasar masih membayangi. Tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi susu nasional saat ini berada di kisaran 16,3 kg per kapita per tahun. Data terbaru 2025/2026 juga menunjukkan konsumsi susu Indonesia baru mencapai sekitar 17,76 liter per kapita per tahun.

Angka tersebut tertinggal jauh dibandingkan Thailand yang mencapai 33 kg per kapita per tahun, Malaysia 50,9 kg, serta Singapura yang jauh lebih tinggi. Dalam perbandingan regional terbaru, Malaysia tercatat 42,7 liter per kapita per tahun, Vietnam 37,2 liter, dan Singapura 46,1 liter. 

Rendahnya konsumsi ini berdampak langsung pada prevalensi anemia dan defisiensi mikronutrien pada anak usia sekolah, yang menjadi penghambat utama dalam mencapai potensi akademik dan kecerdasan optimal.

Selain persoalan konsumsi, kesenjangan produksi juga menjadi tantangan serius. Produksi susu dalam negeri saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional, sementara 80 persen sisanya masih bergantung pada impor. 

Ketergantungan ini berisiko mengganggu stabilitas pasokan, terutama dalam program berskala besar seperti MBG yang menuntut distribusi rutin dan masif ke seluruh wilayah Indonesia.

Keberhasilan MBG Tak Selalu Soal Gizi 

Direktur Utama PT Lami Packaging Indonesia, Hongbiao Li, menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan susu, tetapi juga oleh kualitas dan keamanan produk hingga sampai ke tangan anak-anak. Menurutnya, susu bukan sekadar pelengkap menu, melainkan instrumen vital untuk memerangi stunting dan meningkatkan kecerdasan kognitif generasi muda.

Tantangan terbesar dalam integrasi susu ke dalam MBG terletak pada distribusi dan keamanan pangan. Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi kendala infrastruktur, terutama keterbatasan rantai dingin (cold chain). "Susu sebagai produk bernutrisi mudah rusak membutuhkan sistem yang mampu menjaga kualitasnya sejak proses produksi hingga dikonsumsi," ujarnya, dikutip dari pernyataan Jumat (27/2/2026). 

Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia, Ahmad Rizalmi, menjelaskan bahwa teknologi kemasan aseptik menjadi solusi atas tantangan tersebut. Kemasan aseptik memungkinkan susu tetap segar dan bernutrisi selama 9 hingga 12 bulan tanpa bahan pengawet dan tanpa memerlukan pendinginan.

Logistik di Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan suhu dan waktu. Kemasan aseptik LamiPak dirancang dengan teknologi perlindungan berlapis yang memastikan nutrisi susu tetap utuh meski didistribusikan ke wilayah pelosok tanpa rantai dingin. 

"Kami ingin memastikan bahwa satu kotak susu yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” ujarnya.

Tanpa dukungan pengemasan yang memadai, dampak gizi yang diharapkan dari MBG tidak akan tercapai secara optimal. Di banyak wilayah, keterbatasan infrastruktur cold chain meningkatkan risiko penurunan mutu dan membatasi akses masyarakat terhadap produk susu yang aman. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal menghadapi ketimpangan akses terhadap pangan bergizi.

Kemasan aseptik menawarkan solusi praktis dengan menjaga sterilitas susu tanpa bahan pengawet sekaligus memungkinkan distribusi lebih luas dan efisien. Teknologi ini menjadi kunci dalam memastikan pemerataan akses gizi, sehingga anak-anak di wilayah 3T memperoleh kualitas nutrisi yang setara dengan di kota besar.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya