4. Kurangi Aktivitas Fisik Anak
Prof Aryono menambahkan, usahakan orangtua membatasi aktivitas fisik anak. Mungkin yang tadinya sangat aktif, diminta untuk lebih sedikit tenang dan beri pemahaman ke anak dengan cara yang penuh sayang dan lemah lembut kenapa dia harus lebih kalem kalau sedang berpuasa.
5. Jangan Marahi Anak Saat Kesulitan Bangun Sahur
"Soal bangun sahur, buat orang dewasa saja bukan hal yang mudah, jadi Anda jangan kemudian kesal atau memarahi anak yang susah sekali dibangunkan. Coba beri penjelasan keesokan harinya. Tapi kalau akhirnya bisa bangun, lalu dia menolak sahur, ya jangan marah juga. Setidaknya si kecil sudah tahu kalau ada yang namanya jam sahur. Dengan memberitahukannya, itu sama saja mengajari anak dan diharapkan dia akan terbiasa dengan hal itu," terangnya.
6. Orangtua Menjadi Contoh
Hal ini yang mungkin terlupakan oleh banyak orangtua. Ya, mereka tidak sadar kalau si kecil adalah peniru ulung dan karena itu posisikan diri Anda sebagai contoh terbaik buat anak-anak.
"Ketika Anda tahu si kecil sudah bilang mau puasa, maka yang harus dilakukan adalah pastikan kebiasaan Anda selama menjalani puasa itu benar. Minta juga pihak keluarga lain yang tinggal satu rumah memberikan contoh terbaik buat si kecil yang sedang belajar berpuasa," ujarnya.
(Rani Hardjanti)