Ternyata Pemanis Buatan Rendah Kalori, tetapi Bisa Memengaruhi Fungsi Otak

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Rabu 18 Februari 2026 08:02 WIB
Pemanis Buatan Rendah Kalori, tetapi Bisa Memengaruhi Fungsi Otak. (Ilustrasi : Freepik)
Share :

JAKARTA - Pemanis buatan seperti aspartam, sucralose, stevia, dan sakarin sering digunakan sebagai pengganti gula. Pilihan ini kerap dianggap lebih sehat daripada gula karena rendah kalori atau bahkan tanpa kalori.

Pemanis buatan banyak ditemukan dalam minuman diet, permen bebas gula, yogurt rendah lemak, serta berbagai produk berlabel “rendah gula”. Karena kandungan kalorinya yang minimal, pemanis ini kerap dipilih oleh mereka yang ingin menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah.

Meski telah disetujui oleh berbagai lembaga kesehatan dan dinyatakan aman dalam batas konsumsi tertentu, sejumlah penelitian mulai mengaitkan pemanis buatan dengan beberapa dampak kesehatan. Di antaranya perubahan metabolisme, gangguan pada mikrobioma usus, hingga potensi penurunan fungsi kognitif, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Beberapa studi melaporkan bahwa konsumsi pemanis buatan secara rutin dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif, seperti gangguan memori, kesulitan dalam pemecahan masalah, serta penurunan performa fungsi otak seiring bertambahnya usia. Namun, hubungan ini belum dapat dipastikan sebagai sebab-akibat langsung.

Artinya, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa pemanis buatan secara langsung menyebabkan penurunan fungsi otak. Hubungan antara keduanya masih terus diteliti lebih lanjut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya