JAKARTA - Kasus meninggalnya bocah Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur usai mengakhiri hidupnya menjadi perhatian masyarakat. Bocah berinisial YBR meninggal dunia setelah mengakhiri hidup lantaran orang tuanya tak mampu membelikannya pulpen dan buku tulis. YBR diduga mengalami depresi akibat himpitan ekonomi yang dialaminya.
Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang anak-anak. Tekanan akademik, masalah pertemanan, kurangnya perhatian, hingga perubahan besar dalam hidup anak bisa menjadi pemicunya.
Karenanya, peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah depresi sejak dini. Berikut lima tips yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah depresi pada anak.
Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi. Biarkan anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaan sedih, takut, atau marah. Komunikasi yang baik membantu anak merasa dihargai dan dipahami, sehingga mereka tidak memendam emosi negatif.
Anak membutuhkan rasa dicintai dan diterima apa adanya. Tunjukkan kasih sayang melalui pelukan, pujian, dan perhatian sederhana. Dukungan emosional yang konsisten dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan melindunginya dari perasaan kesepian.