Galon Tua Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Profesor

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 03 Februari 2026 11:42 WIB
Galon Tua Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Ahli (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bahkan menemukan fakta galon yang telah berusia 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen di Bogor. Secara total, data temuan KKI menunjukkan lebih dari separuh (57%) galon yang beredar di Jabodetabek ternyata sudah berusia di atas dua tahun, melampaui batas aman yang direkomendasikan para ahli. 

Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa 8 dari 10 galon yang dijual di pasaran sudah tampak buram dan kusam. Ini tanda visual bahwa kemasan galon tersebut telah rusak dan berisiko tinggi melepaskan zat kimia berbahaya BPA.

Ketua KKI, David Tobing, mengungkapkan bahwa temuan ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar. 

“Dari investigasi kami di 60 kios di Jabodetabek, 57 persen galon yang beredar berusia di atas dua tahun. Bahkan kami menemukan galon produksi tahun 2012. Ini menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan,” ujarnya saat menyerahkan hasil investigasi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada akhir tahun lalu dikutip, Selasa (3/2/2026).

Menurut ahli polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mohamad Chalid, galon guna ulang memiliki batas usia pakai. “Kalau kita batasi 40 kali (pengisian ulang), itu artinya tidak sampai setahun. Itu batas amannya,” jelas Profesor Chalid dalam sebuah acara diskusi di Jakarta. 

Dia menerangkan bahwa penggunaan dan proses pencucian yang berulang-ulang dapat merusak struktur kimia plastik, menyebabkan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air minum. Risiko kesehatan dari paparan BPA dalam jangka panjang tidak bisa dianggap remeh. 

Berbagai studi ilmiah telah mengaitkan BPA dengan gangguan kesuburan, masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes, gangguan perkembangan otak pada janin, hingga peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya