Setelah itu, Prilly kedapatan berada dalam sebuah promosi pasta gigi. Di mana ia tampak bekerja seolah sebagai sales dalam acara tersebut. Publik pun mengaitkan badge #OpenToWork Prilly yang disebut hanya bagian dari promosi pasta gigi tersebut.
Namun, apa yang dilakukan Prilly ternyata membuat publik kecewa. Mereka menilai saat Indonesia sedang krisis lapangan pekerjaan, Prilly justru mencari pekerjaan di LinkedIn yang membuat masyarakat merasa saingannya semakin berat. Terlebih, hal itu ternyata dilakukan hanya untuk promosi sebuah brand.
Warganet menilai, permasalahan yang dialami banyak orang soal sulitnya mencari pekerjaan, kini justru dijadikan bahan promosi.
Postingan itu pun dipenuhi komentar kekecewaan dari warganet.
"Kaya ngeledekin orang-orang yang lagi berjuang susahnya cari kerja," tulis akun Nengauliaa12.
"Loh buat campaign pasta gigi? Kok bisa? mana kmren udah terlanjur percaya lagi.." tulis akun anodya.
"Pentingnya belajar etika bisnis," ujar Halokeshia.
"In this economy.. g banget g lucu ah," ujar bint_alaydrus96.
"Engga kak ngga keren. Di saat banyak yg lg struggle cari kerjaan mulai dr lulusan s3, s2, s1, sekolah menengah dan dia dengan sadar bikin gimmick open to work dan hanya untuk campaign. dan di instagram jg ada yg blg kalo beliau dapet 30k tawaran pekerjaan. dan sekali lg "itu hanya gimmick campaign" kak hihihihi giliran yg niat bener2 cari kerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari2 pun susah bgt dapet kerjanya kak," tulis darfn.
"Lack of empathy," ujar sliceofells.
(Rani Hardjanti)