JAKARTA - Teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Mereka kini tumbuh dalam lingkungan di mana komputer, ponsel pintar, tablet, dan perangkat elektronik lainnya selalu hadir. Meskipun ini membawa banyak manfaat untuk belajar dan bersenang-senang, juga muncul tantangan baru yang perlu dihadapi, dampak negatif terhadap kesehatan mata anak.
Di zaman sekarang, banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak mereka saat marah atau menangis. Hal ini membuat penggunaan gadget semakin umum, tetapi berdampak negatif pada kesehatan anak, terutama kesehatan mata mereka.
Sayangnya masih banyak anak yang merasa takut saat pemeriksaan penglihatan pertama. Bagi sebagian besar anak, ruang optik bisa terasa asing, bahkan menakutkan. Mereka dihadapkan pada alat-alat yang belum pernah dilihat, instruksi yang sulit dipahami, dan suasana ruang yang terasa kaku.
Hal ini membuat banyak orang tua merasa ragu atau cemas untuk membawa anak mereka ke optik, meskipun kebutuhan koreksi penglihatan sudah terlihat jelas. Doli Rosmiaty, Direktur Operasional Optik Tunggal, menegaskan pengalaman pertama anak di optik adalah momen krusial yang akan memengaruhi sikap mereka terhadap perawatan diri ke depannya.
"Kami membangun sistem yang memungkinkan anak merasa dihargai dan dipahami sejak langkah pertama. Sehingga anak tidak merasa diperintah, melainkan diajak berpartisipasi dalam proses pemeriksaan. Dengan begitu, kepercayaan anak dapat tumbuh perlahan, dan hasil pemeriksaan pun menjadi lebih valid dan bermakna.," ujar Doli.