Imlek Bertepatan dengan Ramadhan, Belajar Makna Keberagaman dari Tradisi

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 29 Januari 2026 12:07 WIB
Imlek Bertepatan dengan Ramadhan, Harmoni Keberagaman dalam Tradisi. (Foto : Layar Tangkap Okezone)
Share :

JAKARTA - Indonesia selalu punya cara unik untuk merayakan hari besar di setiap lini kehidupan. Di balik kemeriahan lampion yang mulai menghiasi sudut kota, tersimpan pesan mendalam tentang bagaimana perbedaan justru menjadi bumbu yang memperkaya persatuan bangsa.

Bukan sekadar pesta pora, momen perayaan seperti Imlek dan Ramadhan sebenarnya menjadi cermin dari gaya hidup penuh kasih yang sudah mendarah daging di Nusantara.

Baik saat Imlek maupun Ramadhan, esensi utamanya tetaplah spiritualitas dan koneksi antar manusia. Tradisi Tuan Yen dalam budaya Tionghoa, misalnya, memiliki kemiripan yang luar biasa dengan tradisi sungkeman saat Lebaran. Keduanya mengedepankan hormat kepada yang lebih tua melalui kunjungan ke rumah anggota keluarga paling senior.

"Pada saat Imlek dan pada saat Ramadhan itulah di mana kita semua juga berdoa ya di rumah masing-masing. Kemudian kedua, kita bersilaturahmi," ungkap Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, dikutip Kamis (29/1/2026).

Selain itu, makanan seringkali menjadi jembatan paling efektif untuk menyatukan perbedaan. Di Indonesia, batas-batas budaya mencair di atas piring. Tidak jarang kita melihat mereka yang tidak merayakan Lebaran tetap antusias berburu ketupat, atau mereka yang tidak merayakan Imlek ikut menikmati kue keranjang. 

"Meskipun saya tidak celebrate Lebaran tapi karena saya suka makan ketupat saya akan jalan juga untuk makan gitu. Jadi itu kan sesuatu yang sama," tambah dia.

 

Melalui gelaran Harmoni Imlek Nusantara, masyarakat diajak untuk melihat akulturasi bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai aset. Festival ini menjadi pengingat bahwa gaya hidup modern Indonesia haruslah berlandaskan pada Unity in Diversity.

"Inilah yang mau kita tunjukin bahwa Indonesia tumbuh itu melalui harmoni, perbedaan hadir itu sebagai kekuatan. Itulah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu," jelas Irene.

Kabar baiknya, semangat harmoni ini tidak hanya berhenti di kota besar. Festival ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang menyentuh berbagai daerah di Indonesia.

Kita diajak untuk lebih peka dan mengapresiasi keindahan budaya di lingkungan sekitar, mulai dari deretan lampion yang mulai terpasang hingga semangat berbagi melalui amal dan zakat yang menyertai setiap hari raya.

"Harmoni Imlek Nusantara dimulai dari tahun ini untuk menjadi tahunan... saya yakin teman-teman sudah mulai meliput di daerah-daerah sudah ada lampion-lampion sudah mulai naik," tutup dia.

Momen Imlek yang berbarengan dengan Ramadhan ini menjadi langkah untuk lebih terbuka dan toleran. Mulailah dengan hal sederhana: kunjungi tetangga yang merayakan, cicipi hidangan khasnya, dan pelajari filosofi di baliknya. Karena pada akhirnya, harmoni Indonesia ada di tangan kita semua.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya