Sayangnya, gas N₂O kerap disalahgunakan oleh sebagian orang untuk menciptakan sensasi “fly”. Studi dari sejumlah negara Eropa menunjukkan bahwa penyalahgunaan gas tertawa dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga permanen.
Kerusakan neurologis dapat terjadi akibat terganggunya metabolisme vitamin B12. Nitrous oxide bereaksi dengan vitamin B12 yang biasanya diperoleh dari makanan sehingga membuat vitamin tersebut menjadi tidak aktif. Padahal, vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel saraf dan darah. Akibatnya, penyalahgunaan gas ini dapat menyebabkan mati rasa, kelumpuhan, hingga jenis anemia tertentu.
Di wilayah metropolitan Paris, tercatat sebanyak 181 pasien mengalami keracunan gas tertawa berat antara tahun 2018 hingga 2021. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan serius pada sumsum tulang belakang atau bagian lain dari sistem saraf.
Sementara itu, pada tahun 2024 tercatat 50 kasus keracunan nitrous oxide, dengan mayoritas korban berasal dari kelompok remaja dan dewasa muda. Sebagian besar mengalami gejala ringan hingga sedang.
Karena potensi risiko kesehatan tersebut, pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan gas tertawa atau gas whipping menjadi penting bagi masyarakat. Efek sampingnya dapat menyerang sistem saraf, menimbulkan berbagai gejala, dan dalam beberapa kasus sulit dipulihkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)