Penelitian: Minum Matcha Bisa Meredakan Stres dan Kecemasan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 20 Januari 2026 10:04 WIB
Penelitian: Minum Matcha Bisa Meredakan Stres dan Kecemasan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Banyak orang memulai pagi hari dengan secangkir kopi untuk meningkatkan energi dan menghadapi aktivitas sehari-hari. Namun, beralih ke matcha ternyata bisa memberikan manfaat tambahan, terutama dalam membantu mengurangi stres dan kecemasan.

Matcha dibuat dari tiga lapisan teratas daun teh muda dari tanaman Camellia sinensis. Tanaman ini ditanam di tempat teduh, sehingga daunnya menghasilkan lebih banyak senyawa bioaktif, seperti asam amino, dibandingkan dengan teh pada umumnya.

Bagaimana Matcha Mengurangi Stres dan Kecemasan?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa sehat yang mengonsumsi matcha selama 15 hari mengalami penurunan tingkat kecemasan yang signifikan.

Efek menenangkan matcha diduga berasal dari dua senyawa utama, yaitu L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG).

L-theanine merupakan asam amino yang secara alami ditemukan dalam teh hijau dan telah terbukti mampu mengurangi stres. Karena matcha adalah bentuk teh hijau yang lebih terkonsentrasi, efek L-theanine di dalamnya pun dinilai lebih kuat.

“L-theanine terbukti dapat meningkatkan relaksasi tanpa menyebabkan kantuk, dengan cara meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa serta memodulasi neurotransmiter seperti GABA, dopamin, dan serotonin,” ujar Leigh A. Frame, PhD, Direktur Eksekutif Kantor Pengobatan dan Kesehatan Integratif di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington.

Selain itu, matcha juga mengandung EGCG, senyawa tumbuhan yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang kerap dikaitkan dengan kecemasan.

Bagaimana Matcha Bisa Menenangkan Meski Mengandung Kafein?

Matcha memang mengandung kafein, tetapi jumlahnya umumnya lebih rendah dibandingkan kopi atau espresso.

Sebagai perbandingan, secangkir kopi seduh ukuran 8 ons mengandung sekitar 96 miligram kafein, sementara 1 ons espresso mengandung sekitar 64 miligram. Sementara itu, matcha biasanya mengandung sekitar 19–44 miligram kafein per gram.

Kafein diserap tubuh dengan cepat dan dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan adrenalin serta kortisol, sehingga memicu respons stres pada sebagian orang. Namun, matcha memiliki keunggulan karena mengandung senyawa lain yang membantu menyeimbangkan efek tersebut.

“Kafein dalam matcha memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, tetapi dengan adanya L-theanine, stimulasi ini terasa lebih lembut dan tidak memicu kegelisahan seperti kopi,” jelas Frame. “L-theanine membantu menciptakan stimulasi yang lebih seimbang, yang sering disebut sebagai calm alertness atau kewaspadaan yang tenang.”

Berapa Banyak Matcha yang Perlu Dikonsumsi untuk Efek Menenangkan?

Takaran matcha bisa bervariasi, tetapi penelitian menunjukkan bahwa dosis L-theanine sekitar 200 miligram memberikan efek menenangkan. “Untuk mencapai jumlah tersebut, dibutuhkan sekitar 2–4 gram matcha berkualitas tinggi, setara dengan satu hingga dua porsi,” kata Frame.

Jumlah tersebut umumnya terdapat dalam matcha kualitas upacara, yang dibuat dari daun teh muda sehingga kandungan senyawa aktifnya lebih tinggi.

Frame menambahkan bahwa konsumsi matcha secara rutin dapat membantu menurunkan stres dalam jangka panjang. Meski begitu, sesekali minum matcha pun sudah bisa memberikan efek relaksasi.

Cara penyajian juga berperan penting. Matcha memang sering digunakan dalam makanan penutup, tetapi senyawa EGCG dan L-theanine dapat terurai pada suhu tinggi dan proses memasak yang lama. Oleh karena itu, matcha paling optimal dikonsumsi sebagai minuman.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya