“L-theanine terbukti dapat meningkatkan relaksasi tanpa menyebabkan kantuk, dengan cara meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa serta memodulasi neurotransmiter seperti GABA, dopamin, dan serotonin,” ujar Leigh A. Frame, PhD, Direktur Eksekutif Kantor Pengobatan dan Kesehatan Integratif di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington.
Selain itu, matcha juga mengandung EGCG, senyawa tumbuhan yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang kerap dikaitkan dengan kecemasan.
Matcha memang mengandung kafein, tetapi jumlahnya umumnya lebih rendah dibandingkan kopi atau espresso.
Sebagai perbandingan, secangkir kopi seduh ukuran 8 ons mengandung sekitar 96 miligram kafein, sementara 1 ons espresso mengandung sekitar 64 miligram. Sementara itu, matcha biasanya mengandung sekitar 19–44 miligram kafein per gram.
Kafein diserap tubuh dengan cepat dan dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan adrenalin serta kortisol, sehingga memicu respons stres pada sebagian orang. Namun, matcha memiliki keunggulan karena mengandung senyawa lain yang membantu menyeimbangkan efek tersebut.