Nama Aurelie Moeremans mulai dikenal luas melalui perannya di berbagai sinetron televisi. Aktingnya yang ekspresif dan mudah menyatu dengan karakter membuatnya cepat menarik perhatian penonton. Ia kerap dipercaya memerankan tokoh utama maupun karakter dengan konflik emosional yang kuat.
Tak hanya di layar kaca, Aurelie juga memperluas kiprahnya ke layar lebar. Ia terlibat dalam sejumlah film Indonesia dengan genre yang beragam, mulai dari drama romantis hingga film bertema aksi dan psikologis.
Aurelie memintangi sejumlah judul film seperti Jinx, D’Love, dan Sweetheart pada 2010; Cinta Pertamaku tahun 2014; Tarot, LDR, Where Is My Romeo, dan Badoet tahun 2015; Gelas Gelas Kaca, Catatan Dodol Calon Dokter, dan Melbourne Rewind tahun 2016; Jomblo: Sebuah Komedi Cinta Mau Jadi Apa dan Tommi N Jerri tahun 2017; Partikelir, EL, Kuntilanak, dan Menunggu Pagi tahun 2018; Pretty Boys dan Foxtrot Six pada 2019; Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 dan Story of Kale: When Someone’s in Love tahun 2020; Story of Dinda: Second Chance of Happiness dan KNK: Santa Claus dari Jakarta? tahun 2021; Baby Blues tahun 2022; serta Kutukan Cakar Monyet tahun 2023.
Selain berakting, Aurelie Moeremans juga menyalurkan minatnya di bidang musik. Ia merilis beberapa lagu yang menunjukkan karakter vokalnya yang lembut dan emosional. Musik baginya bukan sekadar pelengkap popularitas, melainkan media ekspresi diri.