4. Sudah latihan beberapa bulan
Namun, mengingat Tokyo Marathon 2025 adalah salah satu ajang lari bergengsi impiannya, Ariel lantas memaksakan diri untuk mengikutinya.
Apalagi, dia sudah melakukan latihan selama beberapa bulan sebelum mengikuti ajang lari tersebut.
“Tapi akhirnya mau coba dulu aja, soalnya sayang banget latihan udh brp bulan,” katanya.
Ariel juga mengaku bangga karena bisa sampai ke garis finish dalam ajang Tokyo Marathon 2025. Padahal, sebelum benar-benar mengikutinya, batinnya sempat berperang.
“Jadi pas finish itu kaya gw lagi tampar2an sama diri sendiri, its a battle against myself, si
ragu vs si yakin. Thank you for all my support system,” ungkapnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)