Menurut dokumen kasus, prosedur cabut gigi dan pemasangan implant gigii ini diperkirakan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada pasien, setelah efek anestesi menghilang. Seorang juru bicara klinik mengungkapkan bahwa jumlah gigi yang dicabut dalam satu sesi tindakan, harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi fisik pasien.
Catatan dari Rumah Sakit Gigi Dewei menunjukkan bahwa prosedur pencabutan gigi dilakukan oleh seorang dokter bernama Yuan, yang memiliki spesialisasi dalam perawatan saluran akar dan pencabutan gigi bungsu yang impaksi.
Meski tidak ada peraturan khusus mengenai jumlah gigi yang bisa dicabut dalam satu sesi, para ahli medis menegaskan bahwa semakin banyak gigi yang dicabut, semakin besar pula respons nyeri pasien dan risiko infeksi pasca operasi.
Sejauh ini, proses investigasi terhadap kasus ini sedang berlangsung. Namun, Biro Kesehatan Kota menuturkan, pembukyian hubungan kausal antara prosedur pencabutan gigi dan pemasangan implant gigi dengan kematian pria lansia tersebut mungkin akan sulit dilakukan, mengingat ada jeda waktu sebanyak 13 hari antara prosedur dan kematian pasien.
(Rizky Pradita Ananda)