APAKAH Anda termasuk orang yang suka nonton TV sampai ketiduran? Jika iya, baca artikel ini sampai selesai untuk mencegah dampak buruk kebiasaan tersebut.
Mengapa penting untuk tahu? Karena ternyata kebiasaan nonton TV sampai ketiduran terbukti bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Selain meningkatkan risiko insomnia, menggangu siklus tidur, juga dapat menyebabkan kerusakan mata.
Dijelaskan Dokter Nadia Alaydrus, nonton TV sampai ketiduran bisa mengurangi jumlah hormon melatonin dalam tubuh. Kondisi itu bisa mengganggu siklus tidur.
"Karena kekurangan hormon melatonin, bisa mengurangi kualitas tidur dan itu dapat menjadi penyebab insomnia," kata dr Nadia dalam konten edukasinya di Instagram @nadialaydrus, dikutip Sabtu (6/7/2024)
Seperti diterangkan di awal bahwa nonton TV sampai ketiduran dapat menyebabkan masalah pada mata. Sebab, posisi saat nonton TV sambil tiduran itu bikin mata tidak garis lurus dengan TV.
"Ini bikin otot mata bekerja lebih keras dalam menangkap objek yang ada di layar TV supaya optimal," jelas dr Nadia. Efeknya mata menjadi sangat lelah sebelum terlelap dalam tidur.
Dokter Nadia melanjutkan, belum lagi kalau TV di dalam kamar itu jarak antara TV dengan posisi tubuh melihat TV cenderung tidak ideal.
"Padahal jarak antara mata dengan layar TV itu gak boleh terlalu dekat. Idealnya gak kurang dari 5 kali ukuran diagonal TV," sambungnya lagi.
Misalnya ukuran TV 14 inch, berarti jarak minimalnya itu, kata dr Nadia, sekitar 1,78 meter. Sedangkan TV sekarang ukurannya besar-besar. Artinya, jarak idealnya semakin jauh, karena ukuran TV-nya besar.
"Nah, hati-hati tuh, terlebih sekarang sukanya TV yang gede-gede," pungkas dr. Nadia
(Rizky Pradita Ananda)