7. Memiliki Sifat Antibakteri
Bawang bombai dapat membantu melawan bakteri yang berbahaya seperti Escherichia coli (E.coli), Pseudomonas aeruginosa, Stafilokokus aureus (S.aureus), dan Bacillus cereus.
Quercetin yang diekstrak dari bawang bombai juga dapat mengurangi pertumbuhan bakteri, termasuk Helicobacter pylori, sejenis bakteri yang berhubungan dengan sakit maag dan kanker pencernaan tertentu.
8. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Bawang bombai kaya akan serat dan prebiotik penting untuk kesehatan usus yang optimal. Prebiotik adalah jenis serat yang tidak dapat dicerna dan dipecah oleh bakteri usus yang menguntungkan.
Mengonsumsi makanan prebiotik dapat membantu meningkatkan probiotik, seperti strain Lactobacillus dan Bifidobacterium yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Untuk itu, bawang bombai dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh karena kaya akan prebiotin inulin dan fruktooligosakarida.
9. Mudah Ditambahkan ke dalam Diet
Bawang bombai adalah makanan pokok yang segar dan serbaguna di seluruh dunia. Sayuran ini bisa dimasak, digoreng, dimakan mentah, dan banyak lagi. Anda dapat memasukkan bawang bombai ke dalam makanan diet Anda untuk digunakan atau ditambahkan kedalam sup, saus, hidangan telur, topping mentah, atau sebagai bahan dalam salad, dan tumisan.
Kesimpulannya, bawang bombai adalah sayuran kaya nutrisi yang mengandung senyawa kuat yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker tertentu.
Selain itu, sayuran ini juga memiliki sifat antibakteri dan meningkatkan kesehatan pencernaan, yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Terlebih lagi, sayuran ini serbaguna dan dapat digunakan untuk meningkatkan cita rasa hidangan apa pun.
(Leonardus Selwyn)