Mohamad Abdelfattah, dokter lain dalam tim yang berasal dari California mengatakan ribuan orang mengungsi di rumah sakit, sehingga sulit untuk membendung penyebaran penyakit. Namun, tim dokter telah bekerja semaksimal mungkin di tengah meningkatnya kelelahan dalam kondisi bencana tersebut.
Selain itu, hampir seluruh tim dokter juga terserang virus dan menderita dehidrasi selama rotasi dua minggu. Bahkan, dia merawat pasien sambil terhubung dengan infusnya sendiri. Johnston semakin khawatir atas serangan mematikan terhadap konvoi PBB yang terjadi pada Senin mengenai janji apa pun yang diberikan kepada mereka tentang perjalanan yang aman.
Selanjutnya, Asosiasi Medis Amerika Palestina sedang berkordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan kantor PBB untuk memulangkan timnya. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah Amerika untuk membantu anggota tim Amerika.
Berdasarkan laporan, Departemen Luar Negeri mengatakan kepada beberapa kerabat mereka yang terjebak bahwa upaya penyelamatan sedang dilakukan. Namun, Samaiya Mushtaq, istri Sabha yang tinggal di Dallas mengatakan bahwa dia belum dihubungi oleh Departemen Luar Negeri.
(Leonardus Selwyn)