“Ketika (pengeboman) semakin dekat, hanya butuh waktu singkat bagi kami untuk melihat dampak pemboman tersebut,” katanya.
“Hanya berjalan melewati unit gawat darurat, misalnya, sebuah truk pick-up yang dipenuhi orang-orang yang putus asa mundur ke pintu dengan tumpukan mayat yang saling bertautan, diikuti oleh barisan mobil dengan lebih banyak mayat di dalam sepatu bot,” ujar dr Groom.
(Leonardus Selwyn)