Holik menambahkan, leluhurnya dulu sengaja melakukan ritual tersebut agar silaturahmi antar sesama tetap terjalin.
"Dulu warga senang dengan petasan sehingga diambillah petasan sebagai alat pemanggil warga agar segera berkumpul untuk melakukan doa bersama di kuburan," terang Holik.
(Rizka Diputra)