MASYARAKAT Indonesia begitu antusias merencanakan mudik serta jadwal liburan bersama dengan keluarga sejak sebelum hari raya Idul Fitri atau Lebaran.
Waktu libur Lebaran yang cukup lama kerap kali membuat sebagian besar orang terlena dan ingin terus pergi berlibur.
Tak jarang ada rasa enggan untuk kembali ke rutinitas normal dengan bekerja ataupun kembali bersekolah.
Hati-hati lho, hal tersebut bisa membuat Anda mengalami holiday blues. Apa itu holiday blues?
Melansir Verywell Mind, Sabtu (13/4/2024), holiday blues juga dikenal dengan istilah holiday depression.
Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda merasakan kesedihan, kesepian, kecemasan, hingga depresi lantaran liburan telah usai.
Hal ini karena bisanya, seseorang terlalu bahagia ketika menyambut liburan, sehingga ketika waktunya telah habis, muncul berbagai perasaan tersebut. Meski begitu, kondisi ini bukanlah permasalahan mental yang serius.
Namun tidak dipungkiri banyak orang yang bisa mengalami kondisi tersebut dan apabila kondisi tersebut mengganggu produktivitas dan keseharian Anda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan psikolog.
Terdapat beberapa cara untuk mengatasinya, seperti tidak mengisolasi diri. Mengisolasi diri dari lingkungan sosial dapat menjadi faktor risiko utama depresi.