Untuk memastikan semua transaksi sudah tercatat dengan benar, maka Abdus harus melakukan beberapa kali pengecekan dalam satu hari. Terutama saat peralihan shift karyawan dan penutupan kios dalam satu hari.
"Jadi kita teliti sekali jumlah uang yang ada di modal, baik itu di saldo tabungan dan uang yang dipegang, harus sinkron dengan transaksi dan sesuai pembukuannya sampai akhir transaksi harian. Secara berkala, kita juga melakukan audit terhadap semua transaksi yang dilakukan karyawan juga agar semua clear, jadi terbuka semua dan transparan," tuturnya.
Direktur Bank BRI Sunarso menyebut, saat ini agen BRILink yang tersebar di Indonesia mencapai 740.000 dan tersebar di 75.000 desa. Dari jumlah tersebut, transaksi dalam satu tahun bisa mencapai Rp1.427 triliun.
"Ini model yang paling cocok untuk BRI yakni BRILink, jadi sistemnya hybrid. Proses internalnya kita digitalkan, tapi urusan transaksi dengan nasabah masih menggunakan human touching, yaitu melalui agen," kata Sunarso.
(Kemas Irawan Nurrachman)