Dirikan Tingwe 73 Bermodal Rp600 Ribu, Yudi Kini Memiliki Aset Miliaran

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Senin 25 Maret 2024 16:23 WIB
Dirikan Tingwe 73 Bermodal Rp600 Ribu, Yudi Kini Miliki Aset Miliaran (Foto: Kemas Irawan/Okezone)
Share :

TEMBAKAU Linting Dewe (Tingwe) memang menjadi alternatif saat harga rokok putih melejit. Alhasil, cuan pun tidak dapat dihindari.

Seperti yang dialami Yudi Hendrawan. Kios Tingwe 73 miliknya kini tidak pernah sepi dari pembeli. Harga yang terjangkau, menjadi salah satu alasan konsumennya membeli di tokonya.

"Tidak pernah sepi pembelinya," tutur Yudi saat ditemui Okezone di Jakarta.

Dia pun berkisah, saat memulai usaha Tingwe 73 hanya bermodal Rp600 ribu. Modal tersebut merupakan hasil penjualan tembakau milik orangtuanya.

"Sejak kecil saya disuruh orangtua untuk berjualan tembakau di emperan di kawasan Jakarta Selatan. Kemudian, saya bertekad untuk membuka usaha sendiri sejak 2005," tuturnya.

Pada zaman tersebut, tambah Yudi, belum banyak pedagang yang berjualan tembakau. Selain masih langka, Yudi mengaku tembakau milik orangtuanya sangat istimewa.

"Pembelinya ada yang dari Tanjung Priok, Jatinegara, Jakarta Utara, Parung, dan Angke, mereka datang ke mari," tandasnya.

"Kami punya semacam tembakau andalan yang diracik sendiri dan tidak ada dijual di orang lain. Jadi orang tertarik dengan racikan kita. Menurut mereka tembakau kita saat dihisap enak dan nyaman."

Pada 2016, Yudi merasa terusik karena lapak jualannya kerap didatangi Satpol PP. Karena tidak nyaman berjualan di emperan jalan, bermodal nekat Yudi mencoba untuk beralih ke kios.

"Pernah dulu ikut berjualan di area relokasi, namun Lokasi dan tempat tidak mendukung. Penjualan sepi dan akhirnya saya memilih untuk membuka kios pertama di Jalan Panjang, Kebon Jeruk," tuturnya.

Di sini pun kisah pilu penjualan tembakau Yudi belum berakhir. Dia terbentur dengan biaya sewa yang sangat tinggi yakni Rp25 juta per tahun, dan harus dibayar langsung selama dua tahun. Yudi tak patah arang dan berusaha melobi pemilik.

"Saya akhirnya bisa menempati kios tersebut dengan kurun waktu 1,5 tahun. Modal awal saat stok pertama buka sekira Rp15 juta, karna setelah dipajang di kios barang kelihatan sedikit ahirnya ditambah Rp15 juta, jadi total Rp30 juta. Alhamdulillah sekarang bisa berkembang pesat. Sekarang bukan hanya berjualan, tapi sudah menjadi distributor," tuturnya.

Kesuksesan Yudi bukan hanya diraih dalam semalam. Dia menjelaskan, untuk bisa berkembang dirinya harus terus update informasi mengenai tembakau. Tidak segan-segan, dirinya siap terbang ke wilayah pelosok untuk mendapatkan tembakau pilihan.

"Jika ada tembakau bagus di wilayah A, ya saya kejar ke sana. Jika dirasa cocok, saya akan memesan dan mendistribusikannya. Intinya kita harus update soal tembaku dan menjaga rasa," paparnya.

Dari usaha yang dijalaninya saat ini, Yudi bisa menyekolahkan adiknya, memberangkatkan haji kedua orangtuanya, membukakan usaha orangtuanya lebih layak lagi, hingga memiliki gudang tembakau untuk usaha yang jika dihitung isinya bisa mencapai miliaran rupiah," tuturnya.

Saat ini, Yudi mengaku tengah membuat kios yang ada di kampung untuk membuka cabang. "Sekaligus untuk masa pensiun saya, tapi sekarang kita maksimalkan dulu yang ada di Jakarta," katanya.

Sementara itu, Yudi bersyukur telah menjadi mitra BRI sejak lama. Seluruh transaksi yang dilakukan dirinya dibantu secara terperinci dengan Simpedes Usaha.

Menggunakan BRI Simpedes Usaha, Yudi bisa mengetahui secara rinci transaksi penjualan yang ada di toko maupun cabang miliknya. "Kita gunakan untuk mempermudah usaha."

BRI Simpedes Usaha merupakan produk tabungan unggulan dari BRI yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usahan dalam mengelola keuangan. Salah satu keunggulan dari tabungan ini yakni memiliki limit transfer antar cabang hingga Rp1 miliar.

Sementara itu, biaya bulanan pun dinilai tidak memberatkan pelaku usaha yakni Rp5.000 dan biaya administrasi kartu ATM sebesar Rp8.500. Persyaratannya pun tidak ribet, karena cukup membawa dokumen seperti KTP, NPWP, dan menyetor tabungan awal sebesar minimal Rp500 ribu.

Simpedes Usaha juga dilengkapi dengan fasilitas internet banking, SMS banking, dan notifikasi SMS, sehingga nasabah dapat lebih mudah memonitor transaksi bisnisnya karena pihak bank memberikan pencatatan transaksi yang mendetail.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya