Israel Kembali Serang Rumah Sakit Al-Shifa, 170 Orang Tewas

Lulu Az Zahra , Jurnalis
Selasa 26 Maret 2024 07:00 WIB
Tentara Israel serang rumah sakit di Gaza. (Ilustrasi: Freepik.com)
Share :

BRIGADE pasukan khusus dan tank dengan cepat mengepung rumah sakit Al-Shifa pada serangan Israel yang diluncurkan awal pekan lalu. Pasukan Israel mengklaim bahwa mereka menyerang militan Palestina hingga menyebabkan beberapa diantaranya tewas.

Operasi Al-Shifa melawan militan Palestina tersebut adalah salah satu pertempuran terbesar sejak perang dimulai.

“Ini adalah operasi dengan kelompok teroris terbesar yang kami tangkap sejak awal perang,” kata Daniel Hagari, kepala juru bicara IDF.

Melansir dari Financial Times pada Senin (25/3/2024), hampir seminggu pertempuran dengan militan Hamas di Al-Shifa, salah satu rumah sakit terbesar di Gaza telah berlangsung.

Israel mengatakan telah menewaskan 170 militan dari Hamas dan Jihad Islam Palestina serta menahan 800 lainnya, termasuk komandan lapangan senior dari kedua kelompok bersenjata tersebut.

Beberapa ribu warga Palestina yang berlindung di Al-Shifa terpaksa mengungsi melalui pos pemeriksaan ke tempat perlindungan di selatan rumah sakit. Selain itu, pasien dan staf medis juga telah dipindahkan ke bagian khusus dari kompleks yang luas tersebut.

Pada minggu pagi, IDF memulai serangan baru di Khan Younis, kota terbesar di Gaza Selatan. Rumah Sakit Al-Nasser dan Al-Amal yang terdapat di kota tersebut dikepung setelah di grebek IDF bulan lalu. Pada November 202, Israel mendapat kecaman internasional selama operasi pertamanya di Al-Shifa.

Beberapa kritikus berpendapat bahwa terowongan di bawah rumah sakit yang dihancurkan pada operasi pertama tidak memenuhi klaim IDF sebagai pusat komando dan kendali yang luas. IDF kemudian menarik diri dari sebagian besar wilayah utara Gaza, termasuk al-Shifa, dan kini melakukan serangan yang ditargetkan dengan pasukan yang lebih kecil di wilayah tersebut.

Menurut otoritas kesehatan di daerah yang dikuasa Hamas, serangan yang terus menerus terhadap Al-Shifa telah menambah kesengsaraan bagi penduduk sipil di Gaza dan lebih dari 32.000 orang telah terbunuh.

Selanjutnya, menurut data Israel, sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang dan lebih dari 130 sandera masih ditahan oleh kelompok tersebut.

Kepala Badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA, Philippe Lazzarini mengatakan pada Minggu bahwa Israel telah memberi tahu organisasi tersebut, mereka tidak akan lagi menyetujui pengiriman bantuannya ke Gaza utara yang sedang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di jalur tersebut. Israel juga telah lama berupaya menutup operasi UNRWA di Gaza.

Pada Januari 2024, mereka menuduh bahwa 12 karyawan lembaga tersebut ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dengan memberikan bukti terbatas untuk mengklaimnya. Hal tersebut menyebabkan banyak donor dari negara Barat menghentikan pendanaan untuk organisasi tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mendesak Netanyahu, Perdana Menteri Israel untuk segera membuka semua penyeberangan darat ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan untuk menghadapi risiko kelaparan.

Selain itu, Macron juga bermaksud membawa rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB untuk menyerukan gencatan senjata serta meletakkan dasar bagi penyelesaian politik jangka panjang atas konflik tersebut.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya