“Simpul mewakili titik dimana anak-anak terpapar pada situasi yang membingungkan atau membuat mereka takut, tetapi fakta bahwa mereka pada umumnya menggunakan simpul longgar menunjukkan bahwa ini adalah hal-hal yang mereka rasakan sehingga dapat diatasi,” ucap Lubad.
“Seorang laki-laki sangat ekspresif ketika dia diberitahu bahwa akan dipindahkan dari Rafah. Meskipun dia takut dengan hal yang tidak akan diketahui kedepannya tetapi dia takut untuk meninggalkan kamar dan rumahnya. Disisi lain saat perjalanan, dia terlihat khawatir dan stres secara bergantian sampai akhirnya lega untuk aman di Bethlehem. Semua itu ditunjukkan dalam ekspresi di wajah yang dia pilih,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)