Eva juga menuturkan, untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia tidak hanya dilihat dari anak-anaknya saja, namun juga harus diperhatikan dari ‘akarnya’ yakni golongan ibu hamil.
Ia menilai, ibu-ibu hamil yang tidak terpenuhi gizinya juga akan melahirkan anak-anak yang justru memiliki risiko stunting lebih tinggi. “Sebenarnya stunting itu dimulai dari ibunya dulu, ibu hamil kadang kan kita enggak tahu kalau ibu hamil Itu gizinya terhadap ibunya dulu diperbaiki,” ungkapnya.
“Karena kalau misalnya gizi dari ibunya tidak bagus, apa yang dia makan, proteinnya tidak cukup, segala macam tidak cukup, itu akan berdampak ke anaknya,” sambungnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)