“Serangan drone, tembakan penembak jitu, dan pemboman di sekitar rumah sakit membuat ruangan itu terlalu tidak aman untuk dikerjakan. Kondisi yang bergejolak membuat kami juga merasa tidak mampu untuk memberikan ruang aman pada orang-orang yang terdampak memberikan perawatan medis,” katanya.
Kurangnya kapasitas rumah sakit membuat pasien tidak memiliki perawatan yang memadai dan kondisi higienis, sehingga justru mengakibatkan peningkatan jumlah luka yang terinfeksi serta prosedur medis yang dilakukan dalam kondisi ekstrim.
(Leonardus Selwyn)