“Tidak ada troli ataupun obat pereda nyeri sebelum operasi. Kami benar-benar melakukan di lantai. Kebanyakan dari pasien yang datang untuk diamputasi,” tutur Smith.
IDF juga diduga melancarkan aksi dengan menembakkan peluru jitu ke arah mobil ambulans yang berada di pinggiran Deir Al Balah. Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengonfirmasi bahwa enam orang telah meninggal akibat insiden tersebut.
Akan tetapi, militer Israel mengelak bahwa tidak melakukan serangan itu. IDF menyatakan patuh serta berkomitmen terhadap hukum internasional.
Kantor PBB Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis pernyataan bahwa pengeboman Israel berlanjut ke daerah Deir Al Balah secara intens dari berbagai arah, seperti udara, darat, dan laut.
Meski demikian, Israel berpegang teguh melakukan operasi militer di Gaza untuk memberantas Hamas dan menyelamatkan sandera. Namun berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkes Gaza, hingga saat ini, sudah lebih dari 23.350 warga Gaza dinyatakan tewas akibat perang.
(Leonardus Selwyn)