TENGAH viral curhatan netizen di media sosial perihal drama harga sewa tempat jualan yang melonjak dari harga awal, karena viral di sosial media.
Hal ini terungkap lewat video yang diunggah oleh netizen pemilik akun TikTok @bakmiekhasjaksel.id. Dalam video berdurasi 1 menit 11 detik tersebut, pemilik kedai lewat narasi audio, mengisahkan pengalamannya yang tiba-tiba ditembak kenaikan harga sewa tempat usahanya, meskipun baru menjalankan bisnis selama 10 hari.
"Asli gua enggak habis pikir, masa jualan baru 10 hari harga sewanya sudah dinaikkin hampir dua kali lipat," tuturnya pada video tersebut, dikutip Jumat (22/12/2023)
Sang pemilik kedai menuturkan, di pekan kedua ia berjualan tiba-tiba warungnya yang terletak di pinggir jalan tersebut memang viral di sosial media. Situasi yang mengakibatkan para pengunjung jadi sangat ramai.
(Foto: TikTok @bakmiekhasjaksel.id)
"Jadi iya gua baru buka kedai kaki-lima di daerah maya stick (Mayestik), beberapa hari pertama yang beli cuma beberapa saja. Maklum namanya juga bisnis, baru buka masuk minggu ke dua, mulai viral. Jadi banyak banget yang dateng buat nyobain sampai antriannya meluber gini," jelasnya panjang lebar.
Tak disangka-sangka, diduga karena melihat usaha warung bakmi tersebut sukses dan melejit cepat dalam waktu singkat, dikisahkan sang netizen tiba-tiba sang pemilik lahan langsung menaikkan harga sewa lahan.
"Pada saat sudah ramai begini, yang punya lahan sering banget ngeliatin kedai gua. Tiba-tiba di hari ke-10 jualan, beliau ngajak ngomong," lanjutnya dalam video yang sudah mendapatkan 1,5 juta kali penayangan serta 60,1 ribu like tersebut.
Netizen tersebut tidak menyangka bahwa pemilik lahan akan menaikkan harga sewa, mengingat usahanya baru berjalan beberapa hari. Ia mengira pemilik lahan ingin memberi masukan, seperti menambah meja atau bangku untuk kenyamanan pelanggan.
"Tapi malah nyari-nyari kesalahan, seperti terlalu ramai, barang penyimpanan yang katanya terlalu banyak, dan masih banyak lagi. Ujung-ujungnya beliau minta uang sewa bulan depan dinaikkin atau engak usah lanjut jualan di sini," jelas sang owner.
"Ya ampun gini banget mau usaha, ada aja rintangannya. Karena udah keburu rame gue tetap bertahan di sini," keluhnya lagi.
Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari para netizen, ada yang berbagi pengalaman serupa dan memberikan saran. Namun, tak sedikit yang menganggap bahwa kejadian ini merupakan hal biasa dan wajar terjadi dalam dunia bisnis.
"Ngalamin, belum satu bulan disuruh pindah, lagi rame-ramenya. Katanya parkiran terlalu rame," komentar @yul***
"Persis sama pengalaman saya," kata akun @bak***
"Saran saya bang mending pindah saja, lalu buat perjanjian sewa," tulis @sip***
"Ini saran saja bang buat ke depannya, mungkin perihal sewa bisa pakai surat perjanjian bermaterai," saran dari netizen pemilik akun @ kur***
"Hal biasa itu bang, pas tahu kedai kita rame," tulis @tho***
"Dulu juga gitu, warteg semakin rame, kiosnya semakin dinaikin harganya," tulis @nov***
(Rizky Pradita Ananda)