Waspada Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, Bisa Berisiko Stunting

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Kamis 21 Desember 2023 15:00 WIB
Bayi dengan berat badan lahir rendah bisa sebabkan stunting. (Foto: Freepik.com)
Share :

KEJADIAN Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) ternyata memiliki dampak serius pada kesehatan dan perkembangan bayi seperti stunting. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi BBLR yang terjadi di Indonesia sebesar 6,0 Persen.

Namun berdasarkan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia WHO dan UNICEF prevalensi prematur di Indonesia sekitar 10 Persen. Terkait fenomena tersebut, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr Lovely Daisy mengatakan kejadian seperti ini masih dapat dilakukan pencegahan melalui pencegahan kelahiran prematur dan bayi BBLR.

Berdasarkan SSGI 2022, terjadinya stunting pada usia 0-11 bulan adalah bayi BBLR, prematuritas, dan penyakit infeksi.

“Kita ingin menurunkan stunting melalui pencegahan bayi lahir prematur, jadi kalau sudah mengobati itu akan butuh waktu lama, biaya mahal, dan hasilnya tidka optimal. Jadi yang terpenting adalah kita harus melakukan pencegahan,” kata dr Lovely, dikutip dalam keterangan resmi Kemenkes, Kamis (21/12/2023)

Menurutnya, hal ini sangat perlu dilakukan deteksi dini, terutama dilakukan pada ibu sebelum hamil. Karena dapat menghindari ibu hamil dengan faktor risiko serta mencegah BBLR dan stunting pada bayi.

Bayi prematur pada umumnya memiliki berat lebih kecil dari yang seharusnya atau yang disebut dengan Kecil Masa Kehamilan (KMK). Akan tetapi tidak hanya kecil, karena fungsi organ yang juga belum sempurna menyebabkan bayi prematur membutuhkan perhatian khusus seperti perawatan intensif.

Lebih lanjut, pencegahan BBLR dan stunting juga perlu dilakukan melalui intervensi sebelum hamil yaitu dilakukan dengan skrining anemia, dan konsumsi tablet tambah darah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya