Sedangkan intervensi pada ibu hamil dengan cara melakukan pemeriksaan minimal enam kali selama hamil, mengonsumsi tablet tambah darah, dan pemberian makanan tambahan untuk ibu dengan Kurang Energi Kronis (KEK).
“Untuk perawatan bayi prematur dan BBLR, yakni pastikan bayi dalam keadaan selalu hangat, pastikan asupan gizi bayi terpenuhi, serta pastikan kesehatan pertumbuhan dan perkembangan bayi selalu terpantau secara rutin,” ucap dr Lovely.
Tidak hanya itu, Dokter Spesialis Anak, Prof dr Rinawati menambahkan penyebab paling sering bayi lahir prematur adalah kehamilan kembar, infeksi, diabetes, preeklamsia. Sehingga dapat dikatakan BBLR atau bayi lahir prematur adalah penyebab kematian paling banyak yang dialami.
(Leonardus Selwyn)