BELUM lama ini seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan lelah ketika harus mengalami batuk. Pasien yang tidak diketahui identitasnya itu mengaku kalau dia merasakan batuk setiap hari. Ketika diperiksa lebih lanjut, ternyata pasien tersebut mengalami tuberkulosis paru.
Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan menjelaskan pada penderita tuberkulosis gejala yang sering ditimbulkan memang timbul adanya batuk, dan batuk itu terjadi tidak sebentar. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini disebut juga sebagai batuk kronik.
“Umumnya terjadi lebih dari dua minggu, berbulan-bula, bahkan bertahun-tahun kalau tidak diobati,” kata dr Erlina, dikutip dalam akun X miliknya @erlinaburhan, Rabu (13/12/2023).
Oleh karena itu, dr Erlina mengatakan jika terjadi kondisi seperti ini, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat diberikan pengobatan, agar pasien bisa meminum obat yang telah diberikan. Karena menurutnya, dengan penderita meminum obat, gejala yang dirasakan akan menjadi lebih berkurang atau bahkan bisa hilang sama sekali.
Akan tetapi, kebiasaan minum obat itu harus rutin dijalani setidaknya selama dua bulan berturut-turut. Lebih lanjut, meskipun batuk dan dahak yang semula ada bisa hilang, namun dr Erlina mengatakan obat tersebut harus tetap diminum sampai enam bulan ke depan.
“Tapi ingat, walaupun dengan konsumsi obat dua bulan batuk akan hilang, tidak ada dahak, berat badan naik, dan sudah segar, obat tetap harus diminum sampai enam bulan,” ucap dr Erlina.
Kuman penyakit yang terdapat pada tubuh penderita baru akan mati secara keseluruhan ketika seseorang rutin mengonsumsi obat selama enam bulan, karena jika hal itu tidak dilakukan secara rutin maka sisa-sisa kuman justru akan bangkit kembali dan berkembang biak sehingga bisa menimbulkan penderita mengalami keluhan yang sama.
Untuk itu, dr Erlina mengingatkan kepada masyarakat agar rajin minum obat tersebut hingga enam bulan. Walaupun ada rasa lelah ketika mengonsumsi obat tersebut, akan tetapi batuk TB bisa menjadi sumber penularan ke orang lain.
(Leonardus Selwyn)