6 Tips Traveling Aman dengan Anak Autis, Dijamin Nyaman dan Menyenangkan

Narissa Nurulita Pamuji, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 09:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

4. Teliti dan sigap terhadap fasilitas

Dr Abraham menyarankan para orangtua untuk meneliti maskapai penerbangan dan bandara mana yang menyediakan bantuan bagi anak-anak dengan neurodivergent.

Sebagai contoh, Changi Airport Group, Singapura meluncurkan sebuah inisiatif untuk mendukung mereka yang memiliki disabilitas seperti ASD, down syndrome, dan demensia.

Sebuah lanyard disediakan bagi mereka yang memiliki kondisi ini dan memberi tahu staf bandara tentang keberadaan dan kebutuhan mereka.

Selain itu, ada staf yang telah dilatih untuk membantu dan panduan langkah demi langkah juga disediakan untuk penumpang tersebut.

Inisiatif serupa, yang disebut skema Hidden Disabilities Sunflower tersedia di Selandia Baru pada semua bandara utama mereka di Auckland, Christchurch, dan Wellington.

Inisiatif ini juga dilakukan di Inggris, tetapi Bandara Manchester melangkah lebih jauh dengan menyediakan bantuan dalam bentuk buklet khusus terminal, membantu anak belajar tentang bandara dan cara mempersiapkan diri untuk penerbangan.

5. Ciptakan tujuan untuk anak

Profesional pemasaran Daphne Lee, seorang ibu dari dua anak yang anak bungsunya menderita ADHD, menetapkan tujuan untuk anaknya. "Ini adalah satu-satunya cara agar kami dapat memastikan dia tetap fokus, pada tugas dan kami dapat memastikan dia cukup termotivasi untuk menindaklanjutinya," ucap Lee.

Hal yang sama dilakukan saat keluarga bepergian. "Saya menetapkan tujuan yang harus dicapainya, lakukan ini dan temukan itu. Selesaikan ini dalam perjalanan, sehingga tetap ada struktur yang berlaku," imbuh dia.

6. Bersikap fleksibel dan realistis

Menjaga segala sesuatu dengan santai dan mudah dalam rencana perjalanan Anda adalah cara yang bagus untuk mengantisipasi setiap episode dan untuk mengelola ledakan.

Meskipun struktur kelompok tur bebas dari kerepotan bagi banyak orang, namun mungkin tidak cocok untuk anak dengan autisme yang lebih muda yang tidak terbiasa bepergian.

Lebih lanjut ia juga merekomendasikan untuk melakukan pendekatan santai saat tamasya dan tidak memasukkan terlalu banyak kegiatan ke dalam rencana perjalanan agar tidak membebani anak.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya