Generasi Z Rentan Terkena Masalah Kulit, Ini Alasannya

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Rabu 22 November 2023 19:00 WIB
Generasi Z rentan terkena masalah kulit.(Foto: Freepik.com)
Share :

POLUSI udara yang terjadi di Indonesia membuat beberapa daerah khususnya kota-kota besar mengalami masalah serius.

Menurut data yang didapat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah Jabodetabek wilayah Bogor menempati urutan pertama dengan skor 506 yang artinya memiliki kualitas udara tergolong berbahaya dibandingkan kota lainnya.

Permasalahan tersebut, bisa saja menimbulkan dampak pada kesehatan kulit. Gatal dan iritasi merupakan salah satu masalah kesehatan yang mulai banyak ditemukan akibat polusi yang meningkat.

Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi, dr Eko Prakoso Wibowo, Sp. DVE menjelaskan lebih lanjut terkait kulit gatal. Ternyata hal ini bisa dialami oleh generasi Z atau seseorang yang berada di rentang usia 13-27 tahun.

“Beberapa hal yang menjadi faktor seringnya generasi Z mendapatkan serangan gatal yang pertama adalah karena di usia produktif generasi Z cenderung lebih aktif melakukan kegiatan outdoor, sehingga terpapar matahari dan polusi,” kata dr Eko, dikutip dalam acara Media Briefing Klinik Pramudia, di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Lebih lanjut, masalah kedua karena adanya gaya hidup kurang sehat seperti makan makanan cepat saji dan minuman manis, dan yang ketiga berkaitan dengan stres. Sebab, biasanya stres dapat timbul akibat kehidupan sehari-hari seperti kegiatan sekolah, bekerja, yang mana semua itu akan berkesinambungan dengan waktu istirahat atau waktu tidur.

Sehingga memicu banyak permasalahan kulit yang diawali dengan rasa gatal. Menurut dr Eko, rasa gatal tidak hanya menimbulkan kondisi tidak nyaman tetapi juga menjadi salah satu gejala dari berbagai permasalahan kulit. Misalnya yang paling sering ditemukan adalah eksim, infeksi jamur, dan akne vulgaris.

“Gejala gatal seringkali dicetuskan dan bertambah parah oleh kondisi tertentu. Contohnya cuaca panas dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga menyebabkan kambuhnya eksim tipe seboroik,” ucap dr Eko.

Sedangkan untuk masalah iritasi dan stres dapat menyebabkan dermatitis atopik, yang dalam beberapa kasus mungkin akan menimbulkan masalah kulit lainnya seperti dermatitis kontak alergi dan neurodermatitis. Meskipun semua itu tetap diawali dengan rasa gatal.

Tidak lupa dr Eko menyampaikan adapun penyakit lain yang berhubungan erat dengan iklim yaitu infeksi jamur. Di Indonesia sendiri, prevalensi penyakit tersebut juga masih sangat tinggi, karena berhubungan dengan iklim dan kelembaban.

“Terkait infeksi jamur ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan misalnya memastikan pakaian dalam keadaan kering dan bersih, menghindari pakaian terlalu ketat dan pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat,” tutur dr Eko.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya