Sejarah Terowongan Sasaksaat, Terowongan Terpanjang di Indonesia yang Penuh Misteri

Rahel Pebrini Panjaitan, Jurnalis
Rabu 15 November 2023 21:01 WIB
Terowongan Sasaksaat tahun 1905. (Foto: media-kitlv.n/heritage.kai.id)
Share :

TEROWONGAN Sasaksaat merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia yang masih aktif. Terowongan sepanjang 949 kilometer ini membelah perbukitan Cidepong antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di KM 143+144.

Terowongan ini terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Terowongan Sasaksaat disebut memiliki kisah mistis dan misteri. Pasalnya, pembangunan terowongan ini memakan banyak korban.

Sejarah Terowongan Sasaksaat

Melansir laman heritage.kai.id, Terowongan Sasaksaat dibangun tahun 1902 oleh Perusahaan Kereta Api Negara, Staatsspoorwegen (SS).

 BACA JUGA:

Proses pembangunan Terowongan Sasaksaat dimulai dengan upacara sesajen tradisi dengan melibatkan warga lokal untuk meminta keselamatan agar tidak terjadi hal-hal buruk selama proses pengerjaannya.

Pembangunan Terowongan Sasaksaat menggunakan jasa pemborong khusus orang Eropa yang menggunakan teknik teknologi tinggi dari Belgia.

Proses pembangunan terowongan mengalami kendala karena lahan memiliki kadar air tinggi sehingga air merembes ke terowongan dan beresiko terjadi longsor. Selain itu, terdapat batuan cadas pada tanah yang digali.

 

Untuk mengatasi rembesan air, terowongan dilapisi dengan semen setebal 0,85 meter dan beberapa bagian terowongan dilapisi dengan seng.

 BACA JUGA:

Sementara batu cadas dihancurkan dengan pengeboran menggunakan tangan untuk menghindari getaran yang bisa menyebabkan longsor.

Pembangunan Terowongan Sasaksaat dilakukan siang dan malam oleh tenaga kerja orang pribumi, Cina, Eropa. Orang Pribumi dan China kebayakan bekerja sebagai kuli. Sementara orang Eropa sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong, dan teknisi.

Adapun teknis pembangunan terowongan ini dengan cara melakukan penggalian di bagian sisi utara dan selatan yang kemudian dilakukan secara bersamaan.

Terowongan Sasaksaat ini awalnya digunakan untuk transportasi penumpang dan ekspor komoditas seperti kopi, teh, beras, serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari masyarakat di Wilayah Bandung.

 BACA JUGA:

Saat ini, Terowongan Sasaksaat berada di bawah KAI Daerah Operasi II Bandung. Terowongan ini dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, Serayu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta, dan kereta angkutan barang.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya