Tips Dokter Hindari Kebutaan dan Amputasi bagi Pasien Diabetes

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Selasa 14 November 2023 19:25 WIB
Pasien diabetes. (Foto: Medical news today)
Share :

DOKTER Spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr M Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D., Subsp. EMD, FINASIM membagikan kiat untuk mencegah kebutaan akibat diabetic retinopathy serta amputasi karena gangguan saraf tepi.

“Pada diabetesi, seringkali terjadi diabetic retinopathy, yaitu adanya perubahan pembuluh darah di mata. Jika hal ini mencapai bagian tempat jatuhnya bayangan, maka bisa terjadi kebutaan,” ucap Ikhsan dalam sebuah wawancara daring.

 

Walaupun begitu, ia menyatakan bahwa kebutaan pada diabetesi atau penderita diabetes bisa dicegah dengan mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara bersamaan serta melakukan skrining kesehatan retina sejak dini.

 BACA JUGA:

Dia menuturkan bahwa jika pasien menderita diabetes tipe 2, skrining retina sebaiknya dilakukan sesegera mungkin sekitar seminggu hingga sebulan setelah diabetesnya terdiagnosis.

Sementara itu, jika orang tersebut merupakan penderita diabetes tipe 1 yang bisanya muncul sejak usia kanak-kanak, maka skrining retina dilakukan setidaknya lima tahun setelah terdiagnosis.

“Seringkali ketika seseorang terdiagnosis diabetes dan dianjurkan menemui dokter mata, mereka mengatakan bahwa mata mereka baik-baik saja atau hanya memakai kacamata atau sudah operasi katarak, padahal bukan itu yang ingin dicek, tapi kondisi retina mereka,” ujar dr Ikhsan.

Selain kondisi retina, dia juga mengatakan diabetesi harus memperhatikan kondisi kaki mereka, terutama menghindari terjadinya luka.

Ia menuturkan bahwa orang-orang yang telah menderita diabetes dalam waktu yang lama seringkali mengalami kerontokan rambut dan kekeringan di kakinya sehingga mengalami gatal-gatal.

Pakar endokrinologi metabolik dan diabetes itu menyatakan bahwa kerusakan saraf tepi pada kaki juga membuat diabetesi sering mengalami kesemutan, kebas, dan mati rasa sehingga seringkali tidak sadar bahwa kaki mereka terluka.

Oleh karena itu, dia menganjurkan orang yang menderita penyakit kencing manis agar mengaplikasikan pelembab untuk mengurangi gatal-gatal dan memeriksakan kesehatan kaki mereka secara rutin untuk menghindari adanya luka yang tidak tertangani hingga menimbulkan infeksi.

 BACA JUGA:

Alumnus Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia tersebut menyatakan bahwa infeksi yang tidak tertangani dengan baik pada kaki diabetesi dapat menyebabkan diamputasinya anggota tubuh tersebut.

“Salah satu atau komplikasi terberat yang kita hindari pada orang diabetes adalah terjadinya amputasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diabetes, terutama dengan kadar gula yang tidak terkendali, dapat menyebabkan terganggunya aliran darah sehingga memperlambat penyembuhan luka dan memperburuk infeksi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya