Kala itu, militer Israel juga sempat mengklaim bahwa Hamas menggunakan rumah sakit Indonesia sebagai tempat persembunyian pusat komando dan kontrol di bawah tanah, Namun dengan tegas MER-C pun berpendapat itu hanyalah pembohongan yang dilakukannya untuk dapat menyerang rumah sakit Indonesia di Gaza.
Kini MER-C memperkirakan ada sekitar 1000 orang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit Indonesia akibat cedera dan luka akibat serangan Israel. Bahkan sejak serangan udara terhadap warga sipil sejak 7 Oktober 2023 tang telah menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Gaza, yang mana sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan para wanita.
Kementerian Kesehatan Gaza juga menilai ada sekitar 195 dokter, paramedis, dan perawat yang telah meninggal dunia akibat peperangan ini.
(Rizky Pradita Ananda)