"Tentu saja, saya mengeluarkan mereka, tetapi saya sendiri akan tinggal di Jalur Gaza. Saya tidak akan pergi,” tuturnya.
Sebelum keluarganya berangkat Ke Mesir, Abu Namos memindahkan keluarganya dari kamp Jabalia di Gaza utara ketika serangan Israel mulai ke al-Zahra dan kemudian kamp al-Nusairat di Gaza tengah. Namun kedua tempat itu nyatanya tetap tidak aman. Jika keluarga dalam keadaan tidak aman, dirinya pun akan merasa tidak fokus bekerja.
Putri Abu Namous, Dina, mengatakan dia merasa bersemangat dan sedih dalam satu waktu sekaligus.
"Kita akan pergi ke sana, di mana ada listrik, air, internet dan segalanya. Tetapi pada saat yang sama, aku sedih bahwa ayah akan tinggal di sini,” ucap Dina.
(Leonardus Selwyn)