Aspartam merupakan pemanis non-gula yang banyak digunakan dalam beberapa minuman diet, es krim, produk susu, sereal sarapan, pasta gigi, dan obat batuk. Asupan aspartam harian yang dapat diterima adalah 50 miligram per kilogram berat badan, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
Dikutip dari Antara, meskipun populer sebagai pengganti gula non-kalori, keamanan aspartam telah menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masyarakat untuk menghindari aspartam demi mengendalikan berat badan.
Ini karena mereka menemukan bahwa mengganti gula dengan aspartam mungkin tidak membantu menurunkan berat badan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Badan penelitian kanker WHO, IARC (Badan Internasional untuk Penelitian Kanker) menyoroti kemungkin aspartam bersifat karsinogenik bagi manusia.
(Dyah Ratna Meta Novia)