Faktanya, tidak semua wilayah di Kalimantan terdapat cacing tembiluk ini, karena hewan ini akan hidup di sungai yang terjadi pasang surut. Namun, hewan ini terdapat juga di wilayah Kalimantan Utara dan di sekitarnya.
Biasanya, orang Suku Dayak mengonsumsi cacing ini dalam keadaan mentah, tetapi bisa juga diolah dalam keadaan matang dengan rempah-rempah yang digunakan.
Orang Dayak zaman dulu (Foto: KITLV Leiden)
Cacing ini memiliki rasa manis dan sedikit asin, yang mengandung mineral, protein, lemak, dan karbohidrat.
Karena itu, kuliner ini baik untuk tubuh, bahkan dijadikan juga sebagai obat flu, malaria, dan lainnya. Serta cara pengolahan cacing tembiluk ini dapat dilakukan sesuai dengan selera masing-masing tentunya.
(Rizka Diputra)