SUKU Dayak selalu menarik untuk diulas, di mana salah satunya ialah kuliner ekstrem yang biasa dikonsumsi mereka.
Orang Dayak sudah tidak asing dengan nama cacing tembiluk atau yang memiliki istilah lain bactronophorus thoracites.
Cacing ini masuk dalam kelompok hewan mollusca, di mana tidak memiliki tulang belakang dan bentuk badannya yang lunak. Cacing ini merupakan salah satu kuliner unik yang dipopulerkan oleh Suku Dayak, Kalimantan.
Kendati terlihat mirip dengan cacing, namun ukuran tembiluk lebih besar dibandingkan cacing tanah pada umumnya.
Tembiluk memiliki warna putih yang hidup berkembangbiak di dalam batang kayu yang sudah lapuk.
Cacing Tembiluk (Foto: Travelingyuk)
Nah, biasanya terdapat ciri-ciri batang kayu yang di dalamnya terdapat tembiluk ini yaitu batang kayu tersebut memiliki bintik-bintik putih yang terlihat di luar lapisan tersebut. Bintik putih tersebut biasanya disebut sebagai gigi atau kotoran cacing tembiluk.
Uniknya, cacing ini dapat memakan batang kayu yang sudah bercampur dengan air payau, bahkan dapat merusak kayu yang biasa digunakan sebagai bahan dasar perahu nelayan.
Cacing tembiluk ini dapat ditemukan di wilayah timur Indonesia seperti di Papua, dan di beberapa wilayah lainnya yaitu Kalimantan dan Sulawesi.