DUNIA kesehatan baru-baru ini dihebohkan dengan pemberitaan tentang transplantasi jantung yang dilakukan oleh pria asal Amerika Serikat, menggunakan jantung babi sebagai salah satu pengganti organnya.
Pria yang diketahui bernama Lawrence Faucette itu berusia 58 tahun, dan mengalami penyakit jantung stadium akhir, bahkan ia juga memiliki penyakit pembuluh darah perifer yang sebelumnya sudah ada dalam tubuhnya.
Komplikasi dengan pendarahan internal pun terjadi, sehingga membuatnya tidak memenuhi syarat untuk melakukan transplantasi jantung tradisional. Untuk itu, pihak rumah sakit melakukan tindakan itu demi keselamatan pasiennya.
BACA JUGA:
Menanggapi hal tersebut dr Dicky Budiman, selaku Dokter sekaligus Epidemiolog dan Peneliti Indonesia dari Universitas Griffith Australia, mengatakan hal itu mungkin akan menjadi suatu masalah baru terhadap kesehatan manusia.
“Hal-hal seperti ini sebetulnya mengalami potensi risiko ya, karena disebut xenotransplantasi, atau artinya dari hewan ke manusia. Ini artinya bukan tanpa resiko, banyak sekali risiko dan bisa sangat serius ya,” kata dr Dicky kepada MNC Portal.
BACA JUGA:
Menurutnya dengan melakukan transplantasi tersebut dapat membawa penyakit atau virus baru yang tadinya berada di hewan itu. Babi dapat membawa patogen sehingga nantinya dapat menginfeksi manusia, lalu berkembang biak, dan akhirnya terjadi penularan secara horizontal kepada manusia.