Jelang berakhirnya ritual, tetua adat melantunkan syair. Syair bercerita tentang pencipta, alam semesta dan manusia. Syair juga mengisahkan manusia yang tiba di Pulau Sumba. Melansir Wikipedia, Wulla Podu ialah warisan budaya yang erat kaitannya dengan agama Merapu.
Tradisi ini dipercaya sebagai cara menjaga keharmonisan hidup manusia dengan leluhur, alam, dan hewan, sekaligus sebagai fase pembersihan diri, memohon keberkatan hidup juga bentuk rasa syukur.
Ritual terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan seperti perbaikan tingkah laku, pengisahan cerita-cerita leluhur manusia, berburu babi hutan yang kemudian dijadikan indikator keberhasilan panen, serta prosesi sunatan dan pengasingan menuju pendewasaan bagi remaja akil baligh.
(Rizka Diputra)